“Karena laut ini, laut mati.” “Apa?! La... Laut mati?” kembali Salsa dibuat melotot. Setiap kata yang keluar dari mulut Afiq, selalu bisa membuat mata Salsa melotot seperti ingin copot. Lelaki itu penuh dengan kejutan. “Iya.” Afiq mengangguk. Kali ini, ekspresi lelaki itu tampak serius. Tidak sedikit pun, Salsa temukan kebohongan. Ekspresi menahan tawa pun, tidak sama sekali. “Kata Bokap gue. Sebelum pembangunan hotel ini, pernah ada cewek mati tenggelam. Matinya tenggelam di laut ini. Makanya, laut ini di beri nama laut mati sama warga sekitar.” cerita Afiq, berdasarkan fakta yang Papa nya beri tahu. “Lo liat di sana.” Afiq mengarahkan telunjuknya ke ujung laut. “Di sana ada sesajen, supaya arwah itu nggak buat onar.” Salsa mendelik. Bulu kuduknya mendadak terangkat semua akiba

