Hari terus berlalu. Lomba Olimpiade semakin mendekati waktu. Bukan waktu dan hari saja yang kian dekat, namun hubungan Salwa dan Yusuf ikut mengerat. Selain itu, hubungan Salsa dan Afiq yang membaik mengikuti alur waktu. Tidak seperti pertama kali mereka bertemu, selalu saja bertengkar. Kini pertengkaran sudah jarang terjadi. “Lo ngapain?” pertanyaan Yusuf, membuat Salwa tersentak. Lembaran kertas belakang buku yang tadi tampak Salwa coret sesuatu, buru-buru wanita itu sembunyikan. Di jauhkannya buku tersebut, dari jangkauan Yusuf. Meskipun sudah di jauhkan, Yusuf sempat membaca sekilas judul buku itu. “Itu buku panduan Olimpiade, bukan?” Dengan cepat, Salwa mengangguk. Salwa berdiri. Buku tadi ia genggam erat. Bingung melihat Salwa yang berdiri hendak ke mana, Yusuf kemudian bert

