Tawa puas banyak wanita, samar-samar Afiq dengar. Penasaran siapa pemilik suara tawa itu, Afiq berjalan mengikuti ke mana sumber asalnya mengarah. Setiap kaki Afiq melangkah sesuai indera pendengarannya menangkap, tawa itu semakin jelas. Afiq mendapatkan pemandangan yang tak mengenakan. Pemandangan yang paling Afiq benci. Di hadapannya, ada tiga orang wanita yang sedang melempar buku seseorang. Seorang wanita yang Afiq perkirakan pemilik dari buku itu, tampak kewalahan ingin meraih bukunya. Tiga orang yang tanpa rasa takut membuly ini, sangat Afiq kenal. Mereka bertiga tak lain dan tak bukan adalah rombongan Chantika. Seantero Asian's International School mengenal kepribadian mereka bertiga bagaimana. Termasuk Afiq yang anak baru di hari pertama bersekolah, sudah mengenal sifat mereka.

