Bagaikan kilatan cahaya, waktu berjalan sangat cepat. Tak terasa, siswa kelas sebelas sudah naik ke kelas akhir. Di awal semester pertama kelas dua belas, mereka jalani dengan penuh semangat. Semangat yang membara membuat mereka menjalani hari-hari tanpa rasa beban. Hingga hitungan dua bulan lagi, mereka akan berjumpa dengan ujian akhir semester. Sepucuk surat dan turut serta coklat, berada di genggaman Afiq. Pria itu tersenyum lebar memandangi dua benda tersebut. Ia berjalan menghampiri banyak loker. Loker berjejer rapih di dekat kamar ganti pakaian wanita. Itu artinya loker ini milik para Siswi. Loker yang berjejer, Afiq tatap. Ia lihat satu persatu nomor yang tertempel di pintu loker. “Gue gak tau lagi, nomor loker dia berapa.” bingung Afiq, menggaruk puncak kepalanya. Menjalar ra

