Pintu kamar, Lala tutup rapat. Lala berjalan santai di rumahnya yang super luas. Posisi Lala kini di lantai paling atas. Kakinya terus melangkah, hingga melewati kamar kedua putri kembarnya. Letak kamar Salsa dan Salwa bersebelahan. kamar Salsa di kiri, sementara Salwa di kanan. Ceklek! Bunyi pintu yang terbuka dari arah kiri, mengagetkan Lala. Sontak Lala berhenti melangkah, dan langsung mengarahkan pandangan ke sumber bunyi berasal. “Salsa?” dahi Lala mengerut. Penampilan Salsa yang agak berbeda, Lala tatap heran. “Ini Salwa, Umi.” “Ha, Salwa?” Lala terbelalak. Baru pertama kali, dia salah mengenali Anaknya sendiri. Pantas penampilannya berbeda. “Kamu kenapa keluar dari kamar Salsa? Salsa nya mana?” “Salwa gak berani tidur sendirian tadi malam.” suara seorang wanita menyahut. Sa

