Frustasi... itu yang aku dan Hendra rasakan. Kami telah mencari Wilman hampir ke seantero kota tapi tak kunjung menemukan dia, tak menemukan tempat para pemuja iblis sialan itu.Kami tahu Wilman di bawa oleh mereka, tapi kami tak tahu di mana dia berada hingga kami terus dan terus mencari berkeliling kota.Rasa lelah sudah menggelayuti kami berdua, hingga kami hanya terdiam memejamkan mata di mobil yang kami parkirkan di pinggir jalan. Tak ada satu kata pun keluar dari mulut kami, kami sibuk dengan pemikiran kami masing-masing. Aku bisa dengan mudah menemukan tempat para pemuja iblis itu saat KKN karena ada Fauzan dan lokasi tak begitu luas. Tapi kini... kini kami tak tahu harus mencari tempat mereka dimana. Kota ini terlalu luas bagi kami.Oh God... ke mana lagi kami harus melangkahkan kaki

