Delapan Puluh Enam

1009 Kata

Tasya membanting tasnya dengan cukup keras. Dia memasang wajah masam karena terus teringat bayangan yang tadi dia lihat. Suatu kecocokan dari dua orang yang membuat Tasya merasa sakit hati. Interaksi yang sederhana yang terlihat romantis dan sukses membuat Tasya sakit hati. "Aarrrrgggghhhh.... Kenapa harus dia." Teriak Tasya dengan cukup keras. Dia menyingkirkan semua benda yang ada di meja riasnya. Parfum mahal yang selalu dia semprotkan dibadannya setiap hari juga pecah, bahkan taburan bedak yang semula padat menjadi berantakan. Kamar yang awalnya terlihat rapi kini terlihat tak tersusun lagi. Banyak barang yang tidak tertata ditempat yang seharusnya. "Kamu ini kenapa sih, baru pulang teriak-teriak kayak orang gila." Kata Elmi menegur. Pasalnya putrinya itu baru saja pulang dari Band

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN