Tasya menyunggingkan senyum liciknya setelah dia membuktikan bahwa Pandu benar mengidap Prosopagnosia. Dia merasa ini adalah sesuatu yang bisa dia manfaatkan. Kesempatan emas yang bisa dia gunakan untuk merebut Pandu dari sakura. Dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. "Ini kesempatan aku." Kata Tasya dengan semangat tidak lupa dengan senyum liciknya. "Kerja noh jangan bengong doang." Kata Andi menegur. Tasya melirik sinis ke arah Andi. "Iya iya, Pak ini mau kerja kok." Jawab Tasya pelan. "Pakek lipstik, Sya." Kata Andi lagi. "Iya." Jawabnya singkat. Dia segera mengambil kotak make up nya, dia memoleskan lipstik ke bibirnya dan menambahkan bedak sedikit. Hari ini dia tidak memakai banyak riasan. Walaupun dia merasa kurang percaya diri namun dia mencoba untuk tetap mengikut

