Tasya sudah bersiap akan ke kantor. Hari ini dia bersiap lebih pagi karena dia tidak mau keduluan Sakura lagi seperti kemarin. Dia memakai setelan kantor yang dibelikan Pandu berharap Pandu akan mengenalinya walaupun dia tahu jika setelan seperti ini bukan hanya dia saja yang memilikinya. Tangannya juga sudah membawa sekotak nasi goreng untuk kekasihnya itu. Sakura membuka pintu rumah perlahan. Dia berjalan mengendap karena takut ketahuan oleh Ibu dan juga saudara tirinya. Namun sayang, lagi-lagi keberuntungan tidak memihak padanya. Tasnya ditarik paksa oleh Tasya hingga membuatnya sedikit terjerembab ke belakang. Untung saja dia tidak sampai terjatuh. "Lo mau berangkat pagi pun juga nggak ada gunanya. Pandu nggak bakalan bisa ngenalin Lo." Kata Tasya sinis. Dia mengambil kotak bekal y

