Sembilan Puluh Tujuh

1125 Kata

Ditempat lain di langit yang sama, Pandu berdiri di balkon. Tangannya mengapit rokok kesukaannya. Matanya memandang jauh ke langit. Pikirannya tiba-tiba melayang ke kejadian sore tadi. Dia merasa ada yang janggal. Gadis asing yang memanggilnya tadi seperti orang yang sangat dia kenal. Namun tidak bisa dia pungkiri jika dia memang baru saja melihatnya. Terdengar dari suaranya, seperti suara Sakura. "Tidak mungkin dia Sakura, jelas-jelas aku melihat sendiri jika Sakura masuk ke dalam rumah." Gumam Pandu pelan. Dia mencoba menepis pikiran janggalnya dan berusaha untuk tersadar. "Tapi kenapa aku tidak melihat cincin yang aku berikan ya?" tanya Pandu lagi pada dirinya sendiri. Dia berusaha untuk berpikir positif namun tetap saja pikiran nakal melintas diotaknya. "Keraguan kamu hanya akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN