Sembilan Puluh Enam

1800 Kata

Sakura duduk termenung dengan tangan yang membawa semangkuk bubur. Sudah cukup lama dia berada diposisi ini hingga tidak sadar sudah memakan waktu lama. Pikirannya masih melayang jauh, memikirkan hubungannya dengan Pandu setelah ini. Sakura tahu setiap hubungan akan ada rintangan namun ujian yang dia hadapi kali ini begitu berat. "Bengong doang nggak bakalan bikin hubungan kamu sama Pandu kembali baik." Kata Tasya mengejek. Dia lewat di depan Sakura dengan membawa piring kotor. Sakura yang sudah jengkel dan merasa tersudut merenggangkan kakinya dengan sengaja ketika Tasya kembali lewat depannya. Tanpa bisa menghindar Tasya tersandung kaki Sakura yang merenggang. Brukk.. karena tidak bisa menjaga keseimbangan, dia terjatuh dilantai. "Aaahhh...." Teriak Tasya begitu lututnya menabrak l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN