Sembilan Puluh Lima

1395 Kata

Sakura turun dari ojek yang dipesan. Hari ini dia berangkat dan pulang tanpa Pandu. Ponsel Pandu juga tidak bisa dihubungi padahal dia sudah berkali-kali mengirim pesan bahkan melevonnya. Satu pun pesan tidak ada yang dia balas. Tangannya menenteng plastik hitam kecil yang didalamnya ada obat Papanya. Ya, setelah dia pulang dari bekerja dia mampir beli obat terlebih dahulu karena obat Papanya tidak tiga kali minum. Mumpung dia tidak ambil lembur hari ini dia memutuskan untuk pergi ke apotek. Matanya tidak sengaja menangkap sosok yang dia kenal. Bahkan laki-laki itu sedang memandang ke arah rumahnya. Seketika bibir Sakura tersenyum. Laki-laki yang dia cari seharian ini akhirnya muncul didepannya. Mungkin Pandu sedang memberinya kejutan. Tanpa berpikir panjang, Sakura berlari ke arah Pandu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN