Enam Puluh Enam

1316 Kata

Andi mengemudikan mobilnya dengan tenang. Sesekali matanya melirik spion untuk melihat bagaimana ekspresi Pandu. Keningnya berkerut ketika dia melihat Pandu tidak berhenti menyunggingkan senyumnya. Matanya melihat keluar jendela seakan-akan dia menikmati hari ini. "Kita kemana, Pak?" Tanya Andi pelan dengan mata yang masih melirik kaca spion. "Ke mall." Jawab Pandu singkat. Andi merasa aneh dengan jawaban Pandu. Untuk apa mereka ke mall dengan pakaian seperti sedang akan pergi rapat? Setelan jas dengan sepatu hitam lengkap dengan dasi. Semua orang yang melihat akan mengira jika Pandu akan pergi memimpin rapat. Andi memarkirkan mobilnya diparkiran mall. Dia berlari bermaksud untuk membukakan pintu bosnya itu. Namun, belum sempat dia membuka pintu, Pandu sudah lebih dulu turun dari mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN