Delapan Puluh Delapan

1058 Kata

Tasya memijat kepalanya yang terasa begitu pusing. Setiap kali dia memejamkan matanya pasti terlihat bayangan Sakura dan Pandu yang begitu mesra. Pandangan mata Pandu kepada Sakura yang begitu hangat membuatnya iri. Dia juga ingin berada di posisi Sakura. Merasakan kehangatan dan perhatian dari laki-laki yang dia cintai. "Aarrrrgggghhhh... gue sebel banget." Teriak Tasya cukup keras. Lagi-lagi barang-barang yang ada di depannya menjadi sasaran. "Kamu tuh kenapa lagi sih, Ra." Kata Elmi dengan berlari tergopoh-gopoh. Dia membuka pintu dengan cukup keras dan melihat keadaan anaknya yang lagi-lagi kacau. Semua barang berserakan di lantai, barang-barang yang semula tertata rapi kini sudah tidak berada ditempatnya lagi. "Aku benci sama Sakura, Ma. Kenapa selalu dia jadi yang utama. Kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN