Delapan Puluh Empat

1574 Kata

Pandu menghentikan mobilnya di depan pertokoan yang ramai pengunjung. Dia duduk terdiam disana cukup lama sambil memperhatikan buket bunga yang sudah dia siapkan sebelumnya. Semerbak harum bunga itu memenuhi seisi mobil, menjadikan mobil seperti pabrik parfum yang sangat wangi. Pandu melihat jam yang melingkar ditangannya. Beberapa menit lagi orang yang dia tunggu akan tiba. "Ahhh.. aku sudah tidak sabar lagi." Ucap Pandu pelan. "Tangannya memutar musik klasik kesukaannya. Pembawaan lagu yang tenang dengan suara yang khas dari penyanyinya membuat Pandu merasa tenang. Suasana seperti ini yang selalu Pandu rindukan. Menikmati lagu sambil menunggu pujaan hati tiba juga dalam suasana hati yang bahagia. "Aku ingin selamanya merasakan seperti ini." Gumam Pandu pelan sambil menyunggingkan bib

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN