“Jadi apa sudah menemukan jalan keluar?” tanya Rudolf penasaran. Egar menoleh pada Ayahnya dan dia mengangguk. Dia punya beberapa tempat yang mudah disusupi. “Aku sudah menyelundupkan beberapa orang ke tempat-tempat potensial dan kita punya informasi. Mega proyek yang dia bangun kekurangan modal. Modal yang seharusnya dipakai untuk proyek justru dia pakai untuk menghancurkan kita. Jadi ... “ Senyum Egar mengembang. “Artinya tugasmu hanya menutup aliran dana miliknya?” Egar tersenyum. “Ya.” --- Saat dikatakan, ide itu begitu brilian dan sederhana. Menutup aliran dana. Namun ide itu begitu sulitnya saat dirinya sudah diambang batas kehancuran dan sudah tak memiliki apapun yang membuat pemberi modal Foldam Corp percaya padanya. Egar masih berpikir bahwa dia dalam kritis saat tiba-tib

