Marah

701 Kata

"Aneh banget, ya, Dam, sampai salah nyebut nama?!" Hanin mencoba menahan intonasinya. Tak ingin pertengkaran kali ini diketahui anak-anak. Bertahun-tahun ia berrumah tangga, Hanin selau menghindari keributan, tak ingin Deril dan Cinta terganggu dengan hal-hal seperti ini apalagi anak sampai tidak betah dirumah. Hanin tak mau. Sekitar satu jam yang lalu, Adam baru saja keluar dari kamar mandi setelah pulang dari kantor. Seperti biasanya, Hanin aan menyiapkan baju ganti juga teh hangat di nakas meja. Tapi sepertinya Adam tak suka dengan celana selutut pilihannya. Memang sih, celana itu jarang sekali dipakai Adam. Tapi Hanin tak tahu bahwa Adam benar-benar se-anti itu. "Jangan yang ini, Sif." Bayangkan jika kalian yang menjadi Hanin. Berbagai pertanyaan langsung mencongkol dibenak perempu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN