Gelisah

1827 Kata

Dering benda persegi di atas nakas samping ranjangnya membuat Hanin mau tak mau membuka mata. Dengan setengah terpejam, ia merogoh ponselnya. Tapi baru ia akan menekan tombol hijau, telepon sudah dimatikan. Hanin menghela nafas. Kembali berbaring sesaat setelah ia menemukan jam masih menunjukkan pukul setengah empat pagi. Tidak adanya Adam dirumah, membuat Hanin belakangan ini jadi insomia, tidak bisa tidur dibawah pukul dua pagi. Rindu adalah alasan terbesarnya. Ia masih tak terbiasa dengan Adam yang lebih banyak keluar kota untuk mengurus perusahaan cabang disana. Seperti malam ini, sudah dua hari ranjang king size di kamarnya hanya berisi satu orang. Hanin saja. Tanpa Adam disana karena suaminya itu sedang berada di Bangka Belitung. Lalu ponsel Hanin berdering lagi. Dan karena Hanin bel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN