Beberapa bulan kemudian telah terlewati, Hanin yang semakin hari semakin manjanya semakin tak tertolong yang terkadang membuat Adam pening sendiri. Seperti pagi ini. Jam dinding di kamar menyambut suami istri Itu sudah diumumkan pukul 07.30. Jika saja Adam tidak memiliki janji bertemu klien, mungkin lelaki itu mau-mau saja memeluk Hanin seharian seperti sekarang. "Nanti kalau aku udah selesai rapat boleh deh peluk-peluk. Seharian penuh juga gak papa!" rayu Adam mencoba melepaskan pelukan Hanin yang sejak pukul enam tadi tidak mau dilepas. Hanin menggeleng, "Ini tuh yang mau si cowok. Bukan aku," Adam berdecak kehilangan cara. "Aku ada rapat, Yang." Kali ini Hanin menjauh melepaskan pelukannya. Perempuan itu mencebik kesal lalu memilih duduk di ranjang. Ia menggelung rambutnya asal

