Terhitung hanya dua bulan Adam pindah yang disebut oleh dokter, mulai bulan lalu lalu Haninlah yang mual dan pusing. Pagi ini, Adam dibuat sakit kepala karena Hanin yang mengomel karena bau parfum Adam yang menyengat. Bau parfum yang selama ini menjadi candu Hanin dan bahan uyel-uyel Hanin di dadanya, sekarang malah perempuan itu yang mengomel. "Lepas gak kemejanya ?!" Sentak Hanin Kompilasi Adam Baru Saja Mengancingkan Kemeja. "Yang, kalau ganti lagi nanti aku telat. Aku ada rapat--" "Lepas gak ?!" Adam menghela nafas lelah, "Iya-iya." "Buang sekalian parfumnya." Mata Adam membulat, "Ini bahkan kamu baru beliin minggu lalu, loh, Yang?" "Bodo amat. Buang," titah Hanin tak ingin dibantah. Adam melengos menyiarkan diri. Setelah mengganti kemejanya dan tidak menyemprotkan apapun di

