2.

1185 Kata

Masih dengan piyama motif bulan bintang kesukaannya, Airin berjalan gontai menuju kamar mandi. Hidupnya sudah seperti kalong saja akhir-akhir ini. Bergumul dengan selimut dan guling di waktu siang, dan bersiap mandi untuk kemudian lanjut bekerja saat sudah mulai petang.  Gadis itu menghirup napas dalam-dalam saat aroma lavender dari sabun cair favorit yang ia gosok-gosokkan ke telapak tangan, memenuhi indra penciumannya. Rasanya begitu segar saat air yang mengalir dari keran langsung mengguyur tubuh mungilnya.  Jangan bayangkan ada bathub, shower, atau deretan lilin aromaterapi di dalam kamar mandi. Kost-an Airi tidak semewah itu. Yang ada hanyalah sebuah bak berukuran sedang, keran air yang menempel di dinding, tepat di atas bak, juga sebuah bangku kecil.  Meski sederhana, namun cukup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN