3.

1249 Kata

Kencang angin berembus sore itu menerbangkan helai daun yang kering, terombang-ambing pasrah kemana tiup angin membawanya, untuk kemudian terjatuh, luruh ke tanah.  Namun ada satu, daun kering yang lebih beruntung nasibnya. Ia terjatuh di atas dasboard mobil merek kenamaan keluaran terbaru.  Meskipun tak lama, empunya mobil keluar, dan mengambil benda kecil -yang kebanyakan orang anggap- tak berharga itu. Meremas daun rapuh itu hingga remuk berkeping-keping. "Kamu pikir aku akan diam saja, melihat kamu coba mendekati Airin? Heh, tidak akan semudah itu, Nyu. Meskipun kamu sahabatku sendiri, tapi maaf, dendamku terhadap Airin dan keluarganya jauh lebih penting dari hubungan kita."  Devan tersenyum separo. Aura dingin langsung terasa saat lelaki yang kali ini mengenakan kaos hitam itu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN