Rencana hanya tinggal rencana, bukankah Kierra sudah berpikir untuk mendiamkan Adrian selama seminggu? Tetapi mana mungkin dia sanggup melawan pria itu? Pria itu membuatnya lemah. Kierra menarik dan menghela nafas sedari tadi, di hadapannya Adrian yang sudah segar dan berganti pakaian. Dia membawa pakaian ganti di mobil, jadi memang sejak awal berniat menginap. Kierra mengerutkan kening. Jadi ucapan Adrian tadi bukan spontanitas? Sudahlah. Untuk apa pusing memikirkan itu. Mereka duduk saling berhadapan di atas ranjang kamar Kierra. Dia melirik jam dinding sudah hampir pukul satu pagi, Adrian menyusup ke kamarnya. Kalil tidak pulang, dia minta izin menginap di rumah teman. "Kamu sengaja ya?" Kierra masih merasa mukanya memanas karena peristiwa tadi. "Kierra, apa menurutmu aku sekarang

