Malam sudah larut, setelah lelah berbicara dan berbincang, Kalil tertidur dengan sangat pulas. Kierra terus bersyukur. Diusapnya kening adiknya itu, diciumi pipinya. Besok dia akan mencari guru les untuk Kalil, Sekolahnya harus mengulang di tahun depan. Kierra menutup pintu kamar Kalil, kemudian menuju halaman belakang. Adrian di sana. Dia tersenyum, kemudian memeluk Kierra dengan kedua lengannya yang panjang. Kierra duduk di pangkuannya. "Terima kasih," kata Kierra. "Wow, tanpa protes?" "Untuk adikku, aku akan melakukan apapun Ray." "Bagus. Akhirnya kamu mengerti, padahal kamu sendiri yang bilang kamar di rumah ini banyak yang kosong, daripada diisi makhluk halus lebih baik diisi oleh manusia." "Tapi ...." "Sudah aku duga, selalu ada tapi." "Aku nggak bisa tinggal di sini, aku

