Setelah memberi kuliah singkat hari ini, Adrian bergegas menuju kos Kierra. Kos Kierra tidak memiliki penjaga, juga sangat bebas orang keluar masuk. Mengkhawatirkan, apalagi di lantai bawah semua diisi oleh laki-laki. Adrian harus segera menyeret Kierra keluar dari sana. Dia mengetuk pintu kamar Kierra. Kenapa tidak dibuka, apa dia pergi? Bukankah Adrian telah berpesan pada teman Kierra kemarin agar memberitahu dia seandainya Kierra meninggalkan kos. Setelah agak lama menunggu, pintu itu terbuka juga. "Ray." Pipi Kierra sudah kembali normal, tidak terlihat bengkak lagi. "Boleh masuk?" Kierra mengangguk dan membuka pintu. "Apa yang kamu lakukan?" Adrian bertanya. "Hanya bermalas-malasan," keluh Kierra, seketika kamarnya yang kecil dipenuhi wangi parfum Adrian. Kierra meliriknya. I

