Dibawah Sinar Matahari

1809 Kata

Dan Kalandra, ia tidak ada di kamar karena pagi itu sudah bergerak lebih dulu. Bukan ke Markas Besar, bukan hari ini. Ia memilih lantai lima hotel, sebuah restoran yang belum ramai, dinding kaca menghadap pagi yang masih berkabut. Gabriel sudah duduk lebih dulu, map tipis terbuka, tablet menyala. “Laporkan,” ucapnya akhirnya sambil duduk disana. “Pulau Naira masih sama, Pak,” jawab Gabriel. “Aktivitas kapal kecil meningkat di sektor timur laut. Pola pergerakannya konsisten malam hari.” Kalandra menarik kursi dan duduk. “Bagaimana keadaan lingkungan sekarang?” “Terumbu mulai rusak. Sedimentasi naik drastis. Air dangkal berubah keruh dalam dua minggu terakhir. Ada indikasi pembuangan tailing ke arus bawah. Nelayan lokal melapor ikan menjauh.” Kalandra menutup mata sesaat. Rahangnya men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN