Pengorbanan

1482 Kata

“Bapak jangan macam-macam ya! Ingat pernikahan ini hanya sandiwara! Bapak nggak berhak nyentuh tubuh saya!” Suara Marsha pecah, gemetar di antara keberanian yang dipaksakan. Matanya membesar saat Kalandra justru terkekeh pelan, bukan tawa lepas, melainkan dengusan rendah yang membuat udara kamar terasa menekan. Pria itu melepaskan pakaian atasnya dengan gerakan santai, seolah sedang menanggalkan sebuah beban, bukan menambahnya. “Bapakkkkk!” semakin mengeratkan selimut takut tubuhnya terekspos. “Tenang,” ucapnya ringan, nada menggoda yang terlalu tajam untuk disebut candaan. “Saya hanya mengingatkan. Di atas kertas, kamu istri saya. Jadi sekarang waktunya kamu membuka kaki kamu.” “Tidakkkk!” “Atau saya paksa kamu membuka kaki?” Marsha beringsut mundur. Terus beringsut ketakutan. Panta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN