Vin dan Kinara duduk berdampingan di ruang pemeriksaan yang hangat, tangan mereka saling menggenggam erat. Udara di ruangan itu terasa penuh harapan, diisi tawa dan senyum lembut dokter yang menatap mereka seakan ikut bahagia. “Saya belum bisa mengambil kesimpulan pasti, Tuan,” ucap dokter itu perlahan, suaranya hangat. “Tapi sepertinya Nyonya Mandala akan melahirkan bayi kembar.” Ia tersenyum, menatap Kinara dengan penuh kasih. “Kandungannya masih berusia empat bulan, jadi kita belum bisa memastikan sepenuhnya. Tapi di bulan kelima, semua akan terlihat jelas.” Mata Vin berbinar, senyum lebar menghiasi wajahnya. “Benarkah? Dua anak sekaligus?” ucapnya, suaranya bergetar karena kebahagiaan yang tak bisa ia sembunyikan. Kinara menempelkan tangannya di tangan Vin, matanya bersinar cerah. “

