Melepaskan sesuatu yang harusnya kau lindungi. Melepaskan seseorang yang harusnya kau miliki. Melepaskan pria yang seharusnya kau peluk dengan erat dan kau genggam selamanya. Menyakitkan, bukan? Tidak—ini bukan sekadar menyakitkan. Rasa ini jauh lebih perih daripada saat malaikat maut mencabut nyawamu. Karena kematian memberi akhir… Sedangkan cinta yang patah membuatmu hidup sambil terkoyak sedikit demi sedikit. Kinara berlutut di bawah pancuran air kamar mandinya, tubuhnya membungkuk, bahunya bergetar hebat. Air hangat dan air mata bercampur, membasahi wajahnya, namun tak ada yang bisa meredakan perih di dadanya. Ia memukul dadanya keras—berulang, dan berulang. Seakan berharap tulangnya akan retak, seakan berharap rasa sakit fisik bisa menutupi pedih yang merobek jantungnya. N

