Setelah menyelesaikan semua hasratnya, Harun terlelap di atas ranjang yang sudah ia tempati selama tujuh tahun lebih. Nadya sendiri, masih terpaku dan tersandar di dinding ranjang. Netranya masih menatap wajah suaminya yang terlelap dalam nikmat. Ia dilema, tidak mengerti dengan perasaannya saat ini. Ia begitu membenci Harun, akan tetapi ia juga mencintainya. Memorinya kembali membawanya ke beberapa waktu silam, dimana Nadya memang lebih mengutamakan karir dari pada kebutuhan biologis suaminya. Coba Nadya perhatikan kebutuhan rohani suami Nadya. Maaf, apakah Nadya pernah menolaknya? Atau mungkin karena terlalu sibuk, Nadya jadi lupa memikirkan kebutuhannya. Nadya, bagi laki-laki, kebutuhan rohani itu adalah di atas segala-galanya. Jadi maksimalkanlah untuk hal itu. Nadya paham maksud ust

