Reaksi kesakitan Gio membuat Nina kaget karena mengenai luka di lengan suaminya. Ia tak bermaksud membuat sakit suaminya bertambah parah tapi ia memang sudah keburu dongkol. "Kenapa sih ... Mas seneng banget bikin aku jantungan!!" bentaknya gemas. Ingin rasanya ia mencubitti tubuh suaminya, tapi ia takut mengenai lukanya seperti barusan hingga Nina hanya bisa mengepalkan kedua tangan di sisi. "Maaf, Nina. Maaf ...." Pria itu masih menunduk. "Harusnya kamu dengarkan omonganku ...." Terdengar suara aneh dari perut Gio. Nina hanya bisa menahan napas, kesal. "Haah!" Ia menghembuskannya dengan kasar. "Kamu mau sarapan apa sekarang?!" teriaknya sebal. Gio takut-takut mengangkat kepalanya. "Sayang, aku lapar. Tapi aku tak tahu harus makan apa." "Ya udah, bubur saja ya." Suara Nina mulai re

