Nina menunggu. Gio sedikit menarik tangannya dan terbangun. Nina buru-buru memejamkan mata. Ketika suaminya pelan-pelan menarik tangannya, ia memeluk erat lengan kokoh pria itu. Gio serba salah. Ia mulai merasa tak nyaman. Apalagi juniornya sepertinya ikut terbangun. Namun ia tidak tega membangunkan Nina yang sedang tertidur. Ia menekuk lengannya. Sepertinya, cara itu lebih aman daripada membangunkan sang istri yang selalu kesulitan tidur. Gio kembali tidur dengan susah payah. Tentu saja. Menidurkan yang dibawah itu butuh kerja keras untuk menahannya. "Hh ...." Tak lama Nina membuka matanya. Ia kecewa. Padahal ada dirinya di samping sang suami tapi Gio tak meminta. Apakah suaminya benar-benar tak menginginkan dirinya? **** "... Nina!" "Aku sudah bilang, aku tak tertarik," kata Nina

