33. Pekerjaan Baru

1191 Kata

Danu tertawa dengan gaya elegan. Gio baru kali ini berbicara langsung dengan pria ini. Sebelumnya, Danu selalu bicara sambil lalu. Ia melipat tangannya di atas meja. "Terserah saja apa anggapanmu." Gio mengerut dahi. Ia bingung dengan maksud kata-kata pria ini. Seketika Nina tertawa. Ia melihat wajah Gio yang masih bingung dengan kakaknya. "Abangku memang begitu." "Eh ... ma-maksudnya?" Gio melirik Danu sekilas, takut pria itu tersinggung. "Aku menyebutnya manusia pohon karena ia kaku seperti kayu." Nina kembali tertawa. "Kakakku baik, Mas, tapi memang dia susah tersenyum," terangnya. Kalimat yang cukup menyejukkan walau tak sepenuhnya membantu sebab Gio ingat benar saat ia pertama kali mengenal pria ini. Ia mengancam Gio demi kebahagiaan adiknya, Nina. Namun Gio tak punya pilihan. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN