"Mas, jangan terlalu malam pulangnya ya, kalau belum sehat benar." Nina menasehati. Ia mendengar suara hidung Gio lewat telepon. "Iya." Gio memutuskan sambungan telepon. Setidaknya ia punya waktu untuk berpikir, apa lagi yang bisa ia kerjakan setelah ini. Kini, ia harus bersikap bagaimana? **** Gio terkejut saat masuk ke dalam rumah dengan kunci miliknya. Ada Nina di meja makan, padahal waktu menunjukkan hampir jam 12 tengah malam. 'Apa dia menungguku?' Gio berusaha abai. "Mas baru pulang?" Nina datang menyambutnya dengan pakaian piyama. "Kenapa malam sekali pulangnya? Apa pekerjaanmu banyak?" Gio mengangkat tangannya. "Eh, Nina. Aku sudah lelah. Aku ingin cepat tidur. Aku mandi sekarang." Ia buru-buru bergerak ke kamar. Nina melihat saja suaminya hingga masuk ke dalam kamar. 'A

