Gio menghampiri si kecil dan mengusap kepalanya dengan lembut. "Kasihan dong, dedeknya." "Kenapa, Yah?" Anna mendongak menatap wajah sang ayah. "Habis Anna jadi kakaknya, gak sayang sama dia." "Bukan gitu, Yah. 'Kan Anna bisa main boneka kalo adek Anna cewek, Yah." "Mainnya 'kan gak harus boneka. Bisa main yang lain sama adek cowok." Anna menunduk dan sedikit ngambek. "Tapi Yah ...." "Dedekmu pemberian Tuhan. Sayangi dia apa adanya seperti ayah dan Bunda yang menyayangi kamu apa adanya. Bukan malah memusuhi dia, padahal lahir saja belum ke dunia." Anna terdiam. Ia masih menunduk. Gio berjongkok dan meraih tubuh si kecil ke pangkuan. "Coba bayangkan. Dia lahir sendirian, dan ketika lahir tidak ada yang menginginkannya, apa kamu tidak kasihan?" Anna menoleh kembali pada wajah ayahny

