Gio terdiam. Kepalanya tertunduk. Rahangnya seketika mengeras mendengarkan ucapan sang istri. Ia tidak tahu apa yang ada dipikiran Nina saat ini, tapi kali ini ia takkan melepaskan istrinya. Tak akan! "Eh, bagaimana kalau aku ingin bertahan." Gio mengangkat kepalanya. "Bersamamu." Nina yang kesal, memukkul suaminya. "Kau sendiri yang bilang, gimana sih!" Ia hampir menangis tenaganya tak kuat ingin mengusir Gio, tapi di dalam hati ia tengah menangisi nasibnya. "Kau sama saja dengan Brad!!" Pukkulan sekali lagi, Gio menangkap lengan Nina. Wanita itu kaget. Nina berusaha melepaskan diri tapi genggaman Gio sungguh kuat. "Lepas!" "Nina, dengarkan aku dulu." "Dengarkan apa? Semua laki-laki sama saja! Semuanya berenggsek!" Nina masih meronta. "Iya, aku berenggsek." Pernyataan Gio malah mem

