31. Sakit

1185 Kata

Gio geram, tapi wanita ini bosnya. Banyak hal yang tidak ia sukai di perusahaan itu, tapi ia terpaksa bertahan demi Anna. Bila ia tak lagi bersama Anna, mungkin ia sudah lama berhenti. Gio duduk di lantai menemani para tukang. Di sana tidak ada kursi dan meja sehingga terpaksa duduk di lantai papan. Airin yang ikut duduk, memperhatikan Gio yang tidak makan ataupun minum di sana dengan pandangan heran. "Kenapa kamu tidak ikut makan. Setidaknya makanlah kalau kamu tidak ikut minum. Masa kamu tidak lapar sama sekali," ledek Airin sedikit mengejek. "Maaf, Bu. Bukan bermaksud tak sopan, tapi aku sudah makan. Bir aku tak minum karena habis minum obat." Bola mata Airin bergerak ke arah Gio, ia tampak serius. Khawatir. "Oh, sakit apa?" "Entah. Pencernaanku sedikit aneh, jadi aku gak ingin ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN