26. Interogasi

1180 Kata

Gio terperangah. Juwita kaget dan membeku. "Apa ini?!" Nina mengibarkan uang di tangan pada Gio dengan nada tinggi. "Dia siapa?!" tanyanya ketus sambil menggerakkan kepala ke arah Juwita. "Ada urusan apa kamu memberinya uang? Kamu berhutang padanya?" "Eh ... bukan." Gio dengan susah payah menelan ludah. Ia masih syok melihat kedatangan istrinya yang tiba-tiba dan langsung marah-marah. "Lalu apa?" Nina memajukan dagu. Suara Gio mengecil. "Aku memberi ...." "Beri?!" Suara Nina kembali tinggi. "Memangnya kita dinas sosial? Yang harus diberi itu aku bukan dia, Mas. AKU, ISTRIMU!" ucapnya lantang. Pagi itu, suasana komplek tidak terlalu ramai. Banyak orang bersiap untuk berangkat kerja. Mereka yang berada dekat dari tempat kejadian jadi penasaran melihat keributan ini, apalagi mendeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN