"Gio?" Pria itu mengeratkan dekapannya pada sang istri dan menyandarkan dagu di bahu Nina. Ia seperti ragu. Wanita itu bisa melihat wajah Gio dari samping ketika menoleh. Pria berhidung mancung dengan warna kulit sawo matang itu semakin lama semakin tampan saja, membuat Nina candu berada di pelukan. "Nina ...." Ia mendesah resah. "Kenapa kamu begitu kejam?" Pandangan mata mereka beradu ketika Gio menoleh dan menciptakan suasana sendu yang membawa irama tersendiri. Suasana ruangan yang begitu damai dan nyaman membuat mereka saling membutuhkan. Jantung Nina seketika berdetak cepat. Ia baru kali ini merasakan hal seperti ini pada seorang pria. Namun ia tak boleh terbawa arus. Ia tengah membela diri. "Aku tidak bermaksud seperti itu, Gio. Aku juga korban. Andai saja aku bertemu dengan pria

