Airin sempat khawatir pada Gio, tapi karena ia ingin membuktikan bahwa dirinya mampu, ia mengikuti saran Ganjar. Airin menemani pria itu minum lebih lama. Gio keluar dari hotel. Restoran itu berada di dalam hotel. Ia kebingungan hendak ke mana hingga ia bersandar pada dinding bangunan hotel dan terdiam cukup lama. "Maaf, Pak. Ada yang bisa aku bantu?" Seorang penjaga pintu hotel bertanya padanya, karena terlihat sekali Gio sudah mulai mabuk. "Eh ...." Mata Gio tertutup. Ia kemudian diam sejenak, dan berpikir. Namun ia tak kunjung tahu apa yang diinginkannya. Ia tak bisa mengerti. Bahkan fokus. Gio kembali membuka matanya. "Eh, sebentar." Serombongan mobil datang beriringan membuat sang penjaga pintu hotel mengalihkan pandangan. Ia menyambut orang-orang yang keluar dari mobil tersebu

