16. Tuntutan Airin

1193 Kata

'Hoh, Juwi ... Apa kamu masih belum sadar juga posisimu di mata Gio? Gio itu orang kaya. Mana mungkin mau dengan wanita gembel sepertimu. Bangunlah, Juwi ... bangunlah dari mimpimu itu.' Seketika air matanya menetes di pipi. Ia masih melihat pasangan itu masuk ke dalam rumah. Cepat-cepat ia menghapus air matanya ketika mendengar suara Alam memanggil dari kamar. "Mak!" Di kamar, Gio kembali masuk ke dalam selimut, tapi kembali, ada saja ulah sang istri yang membuat ia tak nyaman bersamanya. Sang istri tiba-tiba memeluk lengannya dan bersandar di bahu. 'Apa ini?' "Kamu sedang apa?" Bahu yang menjadi sandaran tiba-tiba terasa tegang, tapi Nina tak peduli. "Kamu masih berhutang padaku." Gio menghela napas. 'Hutang apa lagi ini? Haduuh ... kenapa hutangku baginya tak ada habis-habisnya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN