15. Permintaan Maaf

1186 Kata

Gio terkejut. Ia tak menyangka Ninalah yang menjawab telepon itu. Ia tak bermaksud mencurigai Nina seperti ini, hanya saja, kejadian sebelumnya membuatnya khawatir kejadian serupa akan terulang lagi karena keduanya belum begitu akrab. Ia tak menyangka kecurigaannya membuat Nina marah. "Nina, aku ...." Nina segera menyerahkan ponsel itu pada Sri dan meninggalkan kamar itu tanpa berpaling. Ia sudah tak ingin lagi mendengar alasan Gio yang tak masuk akal karena hanya membuatnya geram. **** Selama bersama dengan para klien di restoran itu, Gio banyak diam. Ia tak fokus karena beberapa kali ditegur Airin yang sibuk menerangkan pada kliennya tentang profil perusahaan, Gio hanya melamun sendiri. Namun Gio memang tak bisa fokus. Tiba-tiba ia menoleh pada bosnya itu dan langsung bicara. "Bu, ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN