Mobil berhenti tak jauh dari tempat Gio berdiri. Seorang wanita cantik keluar dari dalam mobil dengan wajah murka. "Gio, kurang ajjar kamu!" "Ada apa Bu Airin?" Gio berusaha menyambutnya dengan sopan. Ia merapikan helm proyek yang sedikit miring. Sinar matahari mulai terasa menyengat. "Jangan pura-pura boddoh, Gio. Kau telah mengambil banyak pekerjaku!!" teriak Airin ketika sampai di hadapan Gio. "Maaf, Bu Airin. Sebaiknya Ibu memanggilnya Pak Gio, sebab ...." "Apa kamu, mulai berani mengaturku!" Airin melotot memarahi asisten baru Gio yang tiba-tiba ikut bicara. Wajah pria itu sedikit pucat dan seketika berhenti bicara. "Dia itu dulu bawahanku! Dia bukan siapa-siapa sampai menikah dengan model terkenal itu! Dia itu ...." "Bu Airin! Di sini berbahaya bila tidak memakai helm peng

