20. Jemput

1184 Kata

Nina menatap suaminya tajam. "Lalu, aku harus terlihat seperti wanita yang ketinggalan jaman, begitu?" "Bukan begitu, Nina. Ini mengundang kejahatan." "Hei, aku sudah melanglang buana ke seluruh penjuru negeri, tapi aku tidak pernah dianggap aneh seperti pikiran kolotmu itu! Lagipula, siapa yang penjahat di sini, hah? Bukankah itu kamu?!" Nina mendengus dengan tersenyum kecut. Gio merasa terpojok dengan sindiran istrinya. Namun ia sudah tak peduli. Kesalahannya membuat ia merasa bertanggung jawab dengan hidup Nina. "Aku sudah menjadi suamimu. Apalagi yang kamu inginkan?" Mata Nina membola. "Jadi menurutmu, itu bentuk pertanggung jawabanmu? Benar-benar pria tak punya perasaan!" Ia bergerak ke pintu. Gio benar-benar tak mengerti apa yang diinginkan istrinya. "Nina, apa maksudmu?" Ia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN