"Aku tidak tahu apa harus bersyukur atau tidak, tapi sejak ibu Airin menaikkan jabatanku, tidak ada yang memeriksa kegiatanku. Aku bahkan digaji untuk memeriksa tukang di proyek." "Oh, begitu." Pikiran Nina kembali ke kejadian waktu itu di hotel. 'Apa perempuan yang di hotel itu yang bernama Airin?' "Ibu Airin itu bosmu?" "Iya. Dia jadi atasan langsungku sekarang. Jadi laporan, aku langsung ke dia. Dia kebetulan anak pemilik perusahaan." "Itu, perempuan yang di hotel itu?" Gio mengerut dahi. "Kamu bertemu dengannya?" "Iya." "Iya. Memang dia. Eh ... bagaimana kamu juga ada di hotel itu?" "Aku datang dengan rombongan tamu dari luar negri dan melihatmu di pintu hotel. Makanya aku mengamankan kamu dengan sewa kamar." Seketika keadaan kembali sunyi. Tidak ada yang ingin menyinggung soa

