22. Keributan

1167 Kata

"Eh, hanya anak-anak, Bu ...," Namun guru Anna tak berani menatap wajah Nina. "Anak-anak bagaimana? Anak Saya nangis lho, Bu!" Suara Nina mulai keras. Ia curiga ada yang mengintimidasi anaknya. Sang guru bingung menjawabnya. Ia hanya menyatukan kedua tangan dengan cemas. Nina menoleh ke arah Anna, mendekatinya lalu berjongkok. "Sayang ada apa?" ucapnya lembut sambil memeluk pinggang si kecil. Anna mengusap air matanya yang kembali jatuh dengan kasar. "Arfa bilang, Bunda ibu tiri. Huu ...." Matanya kembali basah. "Apa?" Dengan cepat, Nina menoleh pada bu guru. "Siapa yang namanya Arfa di sini?" Belum sempat guru itu menjawab. Seorang anak laki-laki tiba-tiba menangis. Wajahnya terlihat ketakutan. "Jadi dia yang namanya Arfa?" Nina berdiri. Sebelum sempat melangkah mendekat, gur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN