36. Kehilangan

1176 Kata

"Buktinya aku dipanggil." Seketika tawa itu hilang dari wajah cantik Airin, berganti dengan rengut yang menyebalkan. 'Aku pastikan perusahaanmu akan mental dari sini sebelum bertemu dengan pemiliknya, huh!' "Ibu Airin Gandaprasti!" "Eh, iya, Saya." Airin menyahut pada seorang pria muda yang datang memanggil. Ia berdiri bersama asistennya. "Mari ikut Saya, Bu." Dengan gaya sombong yang elegan, wanita itu meluruskan jasnya dengan sekali hentakan sebelum meninggalkan ruangan. Gio hanya mendengus kecil sambil tersenyum melihat tingkah Airin. Di dalam ruangan itu ada beberapa orang perwakilan dari beberapa perusahaan. Gio mewakili perusahaannya sendiri karena hanya perusahaan kecil. Ia tak terlalu terbebani melihat pesaing dengan baju jas yang rapi berada di sana karena ini baru pertama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN