Hari ini, resmi kukembalikan ponsel Mas Bagas setelah sempat memegangnya selama dua mingguan. Pusing. Banyak sekali telepon penting masuk sampai aku harus sering mengabari dia yang memegang ponselku. Mendengar keluhan itu, dia malah tertawa dan memeluk. Mungkin benar. Aku terlalu egois dan mengedepankan perasaan sendiri. Sampai-sampai tak terkontrol sering mencurigai setiap kali melihatnya bersama wanita. Entah itu hanya teman atau relasi bisnis. Saat kuceritakan hal itu pada Kak Mira dan Kak Andrew, mereka menegur dan sedikit memarahi. Menasehati agar tak selalu menaruh curiga karena belum tentu selamanya Mas Bagas akan sabar dan tahan dengan sikapku itu. "Bagaimana kalau karena tuduhanmu, justru akhirnya Bagas jadi terpikirkan untuk selingkuh?" "Kenapa Kak Mira bicara begitu?" tanyaku

