Percayalah Padaku

1735 Kata

"Meisya?" Aku tersenyum miris sembari menggeleng. "Istri di rumah menunggu tak sabar dengan hati berdebar, tapi ternyata suaminya malah asyik-asyikan mengantar perempuan lain. Tega kamu, Mas." "Meisya, kamu salah paham. Dengarkan aku dulu ...." "Cukup, Mas!" potongku seraya menepis cekalannya, lalu mundur beberapa langkah dan berbalik pergi. "Awas, Meisya!" Dengan cepat tanganku ditarik sampai berbalik dan menubruk tubuhnya lagi. Debaran kencang di d**a Mas Bagas terasa jelas, sedangkan aku hanya diam. Tak kaget, pun tak takut. "Hampir saja kamu tertabrak motor. Jangan asal pergi begitu saja, Sya. Bahaya! Kamu tidak ...." Ucapan Mas Bagas tak sempat diselesaikan karena aku lebih dulu melepaskan diri dengan mendorong tubuhnya. "Meisya!" panggilnya berteriak ketika aku kembali berlari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN