Sudah dua bulan ini kami kembali tinggal bersama Ibu lagi. Akhir-alkhir ini kondisi kesehatannya sering menurun. Untung saja sekarang ada kami. Aku selalu menemani Ibu setiap kali selesai kuliah. Menolak ajakan pergi teman karena khawatir meninggalkannya sendirian. Sementara, Mas Bagas sendiri tengah pergi ke Bandung untuk mengurus toko cabang yang akan segera dibukanya. Sudah lima hari dia berada di sana. Rindu ini begitu menggebu walau kami sering berkomunikasi dengan telepon atau pesan. Tak puas jika belum bertatapan langsung. Dua hari rasanya seperti dua tahun. Rencananya, Mas Bagas akan pulang hari Minggu nanti yang berarti masih dua hari dari sekarang. "Non Meisya?" Aku yang tengah menggosok rambut setelah mandi ini bergegas membuka pintu. Kebiasaan Mas Bagas sudah menular padaku.

